Kemitraan pusat data baru memberi Microsoft akses ke chip Nvidia

· 2 min read
Kemitraan pusat data baru memberi Microsoft akses ke chip Nvidia
Photo by Valent Lau / Unsplash

Microsoft telah mencapai kesepakatan senilai $9,7 miliar dengan operator pusat data IREN, mendapatkan akses ke chip Nvidia canggih yang dapat meringankan beban infrastruktur perusahaan dan mendukung layanan AI seperti ChatGPT. Keterbatasan akses ke daya komputasi telah memperlambat pertumbuhan di seluruh sektor, dan perusahaan teknologi besar telah menunjukkan kekurangan kapasitas dalam laporan pendapatan baru-baru ini.

Dampak kesepakatan ini terasa di pasar. Saham IREN melonjak hingga 24,7% ke rekor tertinggi pada hari Senin sebelum melemah tipis. Dell, yang akan memasok IREN dengan chip GB300 Nvidia dan peralatan terkait, juga diperdagangkan sedikit lebih tinggi. Microsoft berencana menggunakan perangkat keras tersebut senilai sekitar $5,8 miliar.

Perjanjian lima tahun ini memberi Microsoft cara untuk meningkatkan kapasitas komputasinya tanpa membangun fasilitas baru atau menambah sumber daya. Kedua tantangan ini telah mempersulit perusahaan untuk memenuhi permintaan layanan AI yang terus meningkat. Perjanjian ini juga dapat membantu Microsoft menghindari pengeluaran besar untuk perangkat keras yang berpotensi menjadi usang seiring dengan masuknya prosesor baru ke pasar.

Perusahaan yang dikenal sebagai penyedia "neocloud", termasuk CoreWeave dan Nebius Group, telah berkembang pesat dengan menawarkan layanan cloud yang dibangun di atas chip Nvidia. Microsoft baru-baru ini menandatangani kesepakatan senilai $17,4 miliar dengan Nebius untuk akses infrastruktur yang lebih luas. Kemitraan ini mencerminkan upaya industri untuk mengamankan perangkat keras seiring dengan meningkatnya minat terhadap AI.

IREN memiliki beberapa pusat data di Amerika Utara dengan total kapasitas 2.910 megawatt. Nilai pasar perusahaan mencapai $16,52 miliar pada penutupan perdagangan sebelumnya, setelah sahamnya naik lebih dari enam kali lipat tahun ini. IREN menyatakan bahwa prosesor Nvidia akan diluncurkan secara bertahap hingga tahun 2026 di kampus 750 megawatt-nya di Childress, Texas. Perusahaan juga berencana membangun pusat data berpendingin cairan yang dapat mendukung kapasitas TI sekitar 200 megawatt.

Pembayaran di muka oleh Microsoft akan membantu menutupi sebagian dari perjanjian IREN senilai $5,8 miliar dengan Dell. Kontrak tersebut mencakup klausul yang memungkinkan Microsoft untuk mundur jika target pengiriman tidak tercapai.

Kesepakatan terpisah juga diumumkan pada hari Senin. Startup cloud AI Lambda mengungkapkan kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan Microsoft untuk menerapkan infrastruktur AI menggunakan perangkat keras Nvidia. Meskipun nilai pastinya tidak diungkapkan, perusahaan tersebut mengatakan rencana tersebut akan mencakup puluhan ribu GPU Nvidia, termasuk sistem GB300 NVL72, yang pertama kali diperkenalkan awal tahun ini.

"Senang sekali menyaksikan tim Microsoft dan Lambda bekerja sama untuk meluncurkan superkomputer AI raksasa ini," ujar Stephen Balaban, CEO Lambda, dalam sebuah pernyataan. "Kami telah bekerja sama dengan Microsoft selama lebih dari delapan tahun, dan ini merupakan langkah fenomenal selanjutnya dalam hubungan kami."

Microsoft meluncurkan klaster Nvidia GB300 NVL72 pertamanya pada bulan Oktober, memberikan perusahaan lebih banyak opsi untuk meningkatkan skala beban kerja AI di luar jangkauan pusat data tradisionalnya. Kesepakatan ini menandakan bahwa persaingan untuk mendapatkan daya komputasi dapat terus berlanjut seiring meluasnya adopsi AI di seluruh industri.